Profil AAMAI

Posted on

Awal Mula

ASOSIASI AHLI MANAJEMEN ASURANSI INDONESIA atau yang lebih dikenal AAMAI,diproklamirkan pada tanggal 21 Agustus 1992, dan mendapatkan persetujuan dari Dewan Asuransi Indonesia melalui SKPengurus Dewan Asuransi Indonesia Nomor 993/DAI/93 tanggal 29 Oktober 1993. Dalam Bahasa Inggris, asosiasi ini disebut “The Indonesian Insurance Institute”, dan berkedudukan di Jakarta.

Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) merupakan satu-satunya organisasi bagi para Ahli Manajemen Perasuransian di Indonesia, baik Asuransi Jiwa maupun Kerugian yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia, sebagaimana dinyatakan dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan R.I. nomor 425/KMK.06/2003 dan 426/KMK.06/2003 tahun 2003.

Dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan tersebut dinyatakan bahwa setiap Perusahaan Asuransi di Indonesia harus mempunyai tenaga ahli yang telah dinyatakan lulus dalam ujian gelar professional yang diselenggarakan oleh AAMAI, atau mereka yang telah memiliki gelar profesi dari lembaga sejenis di luar negeri dan telah diakui atau disetarakan oleh AAMAI.

Baca Juga : Sejarah AAMAI

Oleh karena itu, AAMAI secara terus-menerus berupaya untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas para Anggotanya, yaitu mereka yang telah mempunyai gelar professional, baik yang diperolehnya melalui ujian-ujian yang diselenggarakan maupun mereka yang telah disetarakan melalui mekanisme yang professional, dan hal ini berarti bahwa AAMAI menjalankan missi yang telah digariskan oleh Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang perasuransian.

AAMAI bukan merupakan lembaga pendidikan, akantetapi merupakan organisasi pengembangan tenaga-tenaga profesional dalam industri perasuransian di Indonesia yang berbentuk sebagai Asosiasi Profesional. Sebagai lembaga profesi perasuransian di Indonesia, AAMAI mempunyai missi untuk menyiapkan para praktisi asuransi sesuai dengan standar profesi di bidang perasuransian di Indonesia.
Sesuai dengan Anggaran Dasarnya, AAMAI bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan dan mengembangkan kualitas profesionalisme para pelaku usaha perasuransian.
  2. Meningkatkan pemahaman dan kesadaran berasuransi masyarakat.
  3. Ikut serta meningkatkan peran industri asuransi dalam pembangunan

Untuk mencapai tujuan tersebut AAMAI menyelenggarakan :

  1. Ujian profesi dan memberikan gelar profesional bidang Asuransi Jiwa, Asuransi Kerugian, serta bidang-bidang lain yang terkait.
  2. Kerjasama dengan organisasi dan asosiasi profesi di bidang perasuransian, dan lembaga / institusi lainnya baik di dalam maupun di luar negeri.
  3. Pembinaan dan Pengembangan para Anggota Asosiasi, dalam arti yang seluas-luasnya, terutama dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dengan memegang teguh Kode Etik Profesi.
  4. Penerbitan Jurnal Asosiasi, media profesi, karya-karya ilmiah dan informasi lainnya.
  5. Kegiatan-kegiatan lain yang dianggap perlu sepanjang tidak bertentangan dengan tujuan Asosiasi dan perundang-undangan yang berlaku.

AAMAI berkewajiban untuk memajukan usaha para pelaku usaha perasuransian di Indonesia dengan dilandasi sikap profesionalisme, yaitu memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dipersyaratkan, obyektif, jujur, kritis, dan penuh tanggung jawab, berdasarkan norma-norma dan kode etik yang berlaku dalam industri perasuransian, dengan menjunjung tinggi keadilan serta ketentuan hukum yang ada.

AAMAI sebagai asosiasi profesional

AAMAI sebagai asosiasi profesional berusaha untuk selalu melakukan perubahan sikap dan perilaku para Anggotanya secara terus-menerus melalui Sistem Keanggotaan Aktif dan Program Pengembangan Profesional Berkelanjutan (P2B) atau Continuing Professional Development ( CPD ).

Untuk mendukung itu semua, terdapat sejumlah kriteria dan persyaratan umum bagi para Anggota AAMAI, yaitu :

  1. Lulus dalam ujian bidang profesi asuransi
  2. Menjadi Anggota Asosiasi secara aktif
  3. Mematuhi kode etik profesi
  4. MenjalankanProgram P2B / CPD
  5. Mengutamakan pengabdian untuk kepentingan umum

Dasar penentuan keanggotaan AAMAI diatur dalam Anggaran Dasar AAMAI, yang meliputi:

  1. Anggota Biasa:Seluruh pemegang gelar profesi asuransi ( AAAIK, AAAIJ, AAIJ dan AAIK).
  2. Anggota Luar Biasa:Pemegang gelar profesi di bidang asuransi yang telah diakui oleh Asosiasi dan diberikan oleh Dewan Pengurus AAMAI berdasarkan kriteria yang ditetapkan.
  3. Anggota Kehormatan:Para pendiri Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia.

Pelayanan dan jasa profesional yang dapatdiberikan oleh AAMAI ditekankan pada pengembangan sikap profesionalitas seluruh Anggotanya, melalui Program P2B(Pengembangan Profesional Berkelanjutan) atau Continuing ProfessionalDevelopment (CPD).

Baca juga : Mengenal sertifikasi Profesi AAMAI

Beberapa kegiatan yang terus-menerus dilakukan oleh AAMAI dalam membangun Sumber Daya Manusia di bidang perasuransian nasional sehingga mencapai taraf profesional yang tangguh antara lain :

  1. Secara bertahap menghilangkan sikap dan perilaku yang hanya berorientasi pada kemampuan sebagai karyawan atau pejabat perusahaan.
  2. Menghapus persepsi usang bahwa sertifikat dan atau ijazah merupakan sarana ampuh untuk dapat naik pangkat/jabatan. Prestasi profesional harus lebih dihargai dan diutamakan.
  3. Mengembangkan sikap dan perilaku profesional, yaitu perpaduan sinerjik antara kemampuan akademik dan kewirausahaan (entrepreneurship).
  4. Proses perubahan sikap dan perilaku profesional itu harus dimulai dari kesadaran diri untuk terlebih dahulu menjadi Anggota Aktif Asosiasi, dan memenuhi semua kewajibannya. Sedangkanpihak Asosiasi / AAMAI akan memberikan perlindungan, mengembangkan dan memberikan hak-hak anggotanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sumber: aamai.or.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *