Home Berita Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan: RNI Jadi Induk, Bulog Tak Masuk

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan: RNI Jadi Induk, Bulog Tak Masuk

6
0

Jakarta

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, Holding BUMN Pangan sudah terbentuk dan terdiri dari 9 perusahaan pelat merah. Holding tersebut akan dipimpin oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sebagai induk.

Perusahaan-perusahaan pelat merah lainnya yang tergabung dalam holding tersebut antara lain Berdikari, Perikanan Indonesia (Perindo), Perikanan Nusantara (Perinus), Pertani, Sang Hyang Seri, PT Bhanda Ghara Reksa (BGR Logistics), Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan PT Garam. Ada salah satu BUMN di sektor pangan lain yang tak masuk dalam holding tersebut, yakni Perum Bulog.

“Komoditas yang kita fokuskan beras, jagung, gula, ayam, sapi, kambing, ikan, cabai, bawang merah, dan garam yang kita coba memfokuskan dikelola oleh BUMN pangan,” ujar Erick dalam webinar Jakarta Food Security Summit 2020, Kamis (19/11/2020).

Erick mengatakan, dalam holding itu ada beberapa kegiatan usaha yang difokuskan. Misalnya untuk produksi beras, jagung, cabai merah, dan bawang merah ada di Sang Hyang Seri dan Pertani. Kemudian, produksi ayam dan sapi di PT Berdikari, produksi ikan di Perindo dan Perinus. Lalu, produksi gula di RNI, dan produksi Garam di PT Garam.

Selain itu, untuk storage dan distribusi nantinya akan difokuskan di BGR Logistics, untuk perdagangan atau trading oleh PPI. Sementara, untuk penjualan atau retail sales nantinya akan bekerja sama dengan peritel dan start up pangan yang sudah ada, antara lain Grab, Sayurbox, TaniHub, dan sebagainya.

“Nah karena itu kita coba petakan input, production, offtake, primary processing, storage, trading, distribution, retail sales ini kita sinambungkan,” kata Erick.

Namun, menurut Erick pembagian ini nantinya bisa difokuskan lagi. Misalnya di perikanan yang ada Perindo dan Perinus, bisa saja digabungkan lagi.

“Untuk perikanan, Perinus dan Perindo ini kita sedang pelajari. Ngapain kita ada dua perusahaan ikan, ya lebih baik satu saja. Tetapi ini pun kalau bisa kita fokus, nggak usah juga compete dengan nelayan, punya kapal juga apa semua nggak usah lah. Kita fokus di storage, kita fokus market-nya,” paparnya.

Erick menegaskan, kehadiran BUMN Pangan ini tak akan menyaingi pemain swasta. Menurutnya, BUMN Pangan ini justru menyediakan peluang untuk bekerja sama dengan swasta.

“Cluster pangan ini yang tadinya banyak perusahaan, sekarang dikonsolidasi menjadi satu perusahaan, tetapi fokus kepada core bisnisnya. Jadi tidak overlapping satu dengan yang lainnya, bahkan saling membunuh antara BUMN, dan juga akhirnya karena saling bunuh, juga bisa membunuh swasta atau partnernya karena merasa tadi menara gading tadi,” pungkasnya.

(zlf/zlf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here