Home Berita Pelapor Stafsus Erick Thohir Batal Aksi Kepung BUMN

Pelapor Stafsus Erick Thohir Batal Aksi Kepung BUMN

3
0

Jakarta

Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) menyatakan untuk menunda aksi mengepung BUMN. Keputusan itu diambil dengan alasan pertimbangan pencegahan wabah COVID-19.

Hal itu diumumkan oleh Ketua Umum DPP POSPERA, Mustar Bona Ventura Manurung. Sebelumnya POSPERA sudah berencana menggelar aksi kepung BUMN hari ini.

“Penundaan sudah kami sampaikan secara resmi kepada seluruh jajaran POSPERA melalui Surat Edaran Ketua Umum DPP POSPERA No. 103/SE.DPP/XI/2020 tertanggal Minggu, 22 November 2020. Aksi di tunda karena pertimbangan protokol kesehatan karena bagaimanapun kesehatan adalah yang terutama,” tulisnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/11/2020).

Aksi ini merupakan tindak lanjut dari kemarahan POSPERA terhadap staf khusus (stafsus) Menteri BUMN, Arya Sinulingga. POSPERA yang anggotanya merupakan komisaris BUMN tak terima dengan pernyataan Arya.

“Kemarahan kami pada Arya Sinulingga tidak bisa mengalahkan cinta kami pada kesehatan rakyat. Keputusan ini diambil setelah mendapat masukan dari berbagai pihak antara lain, kawan-kawan dokter, kepolisian dan istana,” tuturnya.

Bona menyampaikan, aksi ini tidak batal tapi ditunda sampai keadaan membaik. Menurutnya ada kemungkinan POSPERA akan melakukan aksi-aksi di kota masing masing dalam beberapa waktu ke depan.

Selain menggelar aksi, Bona juga menegaskan pengaduan Arya ke pihak Kepolisian juga terus berjalan. Menurutnya berbagai cara itu diambil itu bukan hanya untuk memberikan efek jera pada Arya Sinulingga. Berikut 4 poin alasan POSPERA melakukan hal itu melalui pernyataan Bona Ventura:

– Pertama untuk memastikan apakah pernyataan Arya Sinulingga itu pernyataan pribadi atau memang pernyataan yang mewakili menteri BUMN karena dia jubir Menteri BUMN,” terangnya.

– Kedua kami ingin mengajarkan Arya tentang hakikat Demokrasi bahwa Demokrasi tidak bisa dibangun diatas fitnah, hoax dan kebencian.

– Ketiga kami mau mendidik Arya untuk belajar membaca agar punya data sebelum berbicara. Sehingga kerasnya suara di barengi dengan kuatnya data.

– Keempat, kami mau mengajarkan Arya untuk menyadari bahwa dia dibayar oleh negara untuk bekerja bukan untuk menyebarkan fitnah, apalagi banyak BUMN saat ini dalam keadaan sekarat dengan hutang yang bertumpuk, kerugian dimana mana dan melakukan banyak PHK massal.

Adapun pernyataan Arya yang persoalkan adalah soal BUMN merugi karena komisaris Pospera tidak benar. Bona menyebut pernyataan yang dilontarkan Arya itu ada dalam chat grup WhatsApp (WA).

(das/zlf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here